Hiu Lebih Berharga di Tempat Wisata Ketimbang Jadi Menu Makanan

VIVAnews – Berdasarkan studi dari 70 industri perikanan dan situs ekowisata di 45 negara, menemukan bahwa hiu bisa menghasilkan uang lebih banyak di lautan lepas daripada menjadi menu makanan di restoran.

Penelitian terbaru ini telah memberikan bukti bahwa pentingnya konservasi terhadap hiu dari pada perburuan hiu yang merajalela untuk dijadikan makanan.

Dilansir The Christian Science Monitor, Jumat, 7 Juni 2013, tim peneliti dari University of British Columbia, Kanada, membandingkan berapa uang yang dihasilkan setiap tahunnya dari industri ekowisata dan hasil perdagangan sirip hiu secara global.

"Saat ini, uang yang dihasilkan dari hiu industri di ekowisata sekitar US$341 juta, atau setara Rp3 triliun pertahun," kata Andres Cisneros Montemayor.

Montemayor juga menyampaikan, sektor pariwisata itu diperkirakan akan terus tumbuh setiap tahunnya. Mengingat lonjakan sangat besar di pariwisata hiu di Karibia dan Australia.

"Lonjakan itu diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pertahunnya, yaitu mencapai US$700 juta, atau setara Rp6,8 triliun. Angka itu akan terus meningkat sampai 20 tahun ke depan," ungkap Montemayor.

Semantara sebagai perbandingan, hasil dari industri penjualan hiu di seluruh dunia mencapai US$630 juta, atau sekitar Rp6,1 triliun pertahunnya. Namun, hasil itu terus turun selama 10 sampai 15 tahun.

Saat ini sekitar 38 juta hiu dibunuh setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan industri sirip hiu yang dijadikan hidangan di restoran-restoran. Hiu dibiarkan mati setelah dilemparkan ke laut sehabis dipotong siripnya.

"Hiu memainkan peran penting dalam sebuah struktur puncak ekosistem di lautan, dari pada untuk tuntutan ekonomi. Hal yang penting dilakukan saat ini adalah menggiatkan program-program konservasi terhadap hiu," tegas Montemayor.

Hilangnya jutaan hiu dilautan telah berdampak terhadap menurunnya jumlah spesies hiu di lautan. Hiu-hiu dewasa semakin sedikit menghasilkan keturunannya.

"Perlindungan terhadap hiu tidak hanya menguntungkan industri ekowisata di seluruh dunia, tapi juga membantu spesies hiu terus bertambah," kata Rashid Sumaila, Direktur Pusat Perikanan di University of British Columbia.

Hasil penelitian ini sudah diterbitkan pada Kamis, 30 Mei 2013, di The International Journal of Conservation. (sj)

source : Viva Teknologi

Related Articles

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Print Friendly, PDF & Email


Terima kasih telah berkunjung ke sini, saya sangat menghargai apabila anda meninggalkan komentar atau follow twitter saya @dewazildjian

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Comment

 

— required *

— required *